Microtuner…

>> Rabu, 16 September 2009


Ever had this problem? You've just spent 15 minutes carefully selecting and mounting a reed on your mouthpiece. With great care you position it just right and it blows like a dream. Five minutes into the gig and you're blowing a little sharp...so you reach up to the mouthpiece to pull it off a little...and disaster strikes. The ligature slips, the reed skews and in your desperate rush to replace the reed you end up chipping the tip and ruining it. Wouldn't it be handy to be able to adjust the tuning without having to wrestle with the mouthpiece and its delicate reed?

Ya, begitulah ide pemikiran yang mendasari dikembangkannya microtuner, piranti yang ada di bagian ujung neck saxophone untuk menyetel maju mundurnya posisi mouthpiece. Pengembangnya antara lain perusahaan CG. Conn, Julius Keilwerth, dll.

Read more...

SAXOPHONE DIJUAL


CONN NAKED LADY KONDISI BAGUS, ANTIK, MULUS SEPERTI YANG DIPAKAI CHARLIE PARKER, KONDISI LENGKAP TAS DLL, HARGA Rp 12.000.000,00 HUBUNGI DIDIT 08158882191 (021)94108231

Read more...

Not pertama, do,lalu re dst

Dulu ketika saya SD, pak guru dengan telaten mengajari not do re mi. Selalu, setiap belajar lagu, not angkanya dulu yang dinyanyikan. Murid sekelas beramai ramai menyanyi dengan menyebut not2 angka itu. Setelah tahu bagaimana lagunya, setelah kita bisa berlagu, baru kemudian lagu itu diberi kata2, dikata katai. Gurunya sih biasa saja, tapi itu lho, cara mengajarnya saya suka.

Ada pula ketika itu kegiatan extra kurikuler yaitu drum band. Saya kebagian pegang belira, yaitu alat musik sebangsa gambang, mainnya dibopong sambil dipukuli. Alat itu inventaris milik sekolahan, tidak bisa dibawa pulang. Apa boleh buat, dirumah terpaksa latihan menggunakan simulator, menggunakan alat bantu, yaitu orek2 an gambarnya, gambar belira dikertas bekas koran.

Belira asli tidak bisa dilipat lipat, tapi yang ini bisa. Lha wong cuma gambar dikertas, jadi ya bisa dilipat dan di untel2. Tiap ada kesempatan untelan kertas dibuka lebar, digelar, siap dipakai untuk latihan, pra pagelaran.

Lantaran yang dipukuli atau ditabuh bukan benda yang sebenarnya, tapi cuma gambar, maka bunyinya ya cuma klothak klothek gitu, tidak berbunyi ting tang ting tong sebagaimana belira aslinya. Begitupun hati ini sudah seneng ngudhubilah.

Demi suksesnya latihan, mulut inilah yang kemudian mewakili bunyi notasinya. Sol mi, re do re do, sol la si do si la sol si..., dst. Lagu "Halo2 Bandung" dibunyikan notnya saja, tanpa kata2..., tanpa sesumbar.

Terbiasa dengan cara begitu akhirnya benak ini dapat merekam otomatis, not2 solmisasi setiap lagu. Ya, otomatis saya bisa mengenal solmisasinya tak peduli apa judul ataupun syair lagu itu.Bahkan suara sepatu kuda pun terdengarnya bukan lagi duk tik dak tik duk, melainkan do mi sol mi do..., gitu.

Itu semua terjadi dulu kala, ketika teh manis belum model dibotoli, dan ketika semua ayam masih kampungan belum ada ayam negri; ketika saya masih suka kluyuran nonton panggung hiburan di pasar malem Sekatenan.

Gitu deh...

Read more...

About This Blog

Blog untuk semua orang yang ingin belajar saxophone, biar semua orang tau kalau belajar saxophone itu mudah

  © Blogger templates Sunset by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP