Small, Medium, Large...
>> Jumat, 24 April 2009

Ukuran clarinet ini, dan juga alat musik tiup lainnya seperti saxophone dsb., ada bermacam macam. Ada ukuran S,M,L,XL,double X bahkan triple X (kayak ukuran baju aja).
Gitu deh, ee..., gitu loh.

Ukuran clarinet ini, dan juga alat musik tiup lainnya seperti saxophone dsb., ada bermacam macam. Ada ukuran S,M,L,XL,double X bahkan triple X (kayak ukuran baju aja).
Gitu deh, ee..., gitu loh.

Bayangkan, ketika jempol kita yang semata wayang ini harus mengurusi segitu banyak tombol. Pasti repot dah...
Ya, itulah tombol2 nada pada alat musik tiup Bassoon atau Fagot. Pada Bassoon justru jempol yang lebih berperan daripada jari2 lain untuk mengatur tombol2 nada. Ini berbeda dengan pengaturan nada pada saxophone. Pada saxophone, jempol silahkan istirahat saja di thumb rest.
Gitu deh...

Sudah biasa saxophone itu dikaitkan dengan musik jazz, java jazz, jak jazz, jogjazz dsb. Tapi apa sih arti kata Jazz itu sebenarnya? Apa itu sejenis kata umpatan semacam sontoloyo, hajinguk, ataupun dian**k?
Piye Jal?
Main saxophone di bar hotel. Oleh bertender yang “kesengsem” biasanya disuguhi aneka minuman ala bar. Pulang-pulang kepala ngrasa agak "NGGLIYENG", seperti malam ini. Sekedar nggliyeng saja alias bumi serasa goyang, tapi tidak pernah sampai mendem beneran. Tidak sampai mabuk beneran, soalnya selalu ingat pesan simbah soal rahasia "ngombe ngombe atawa minum-minum".
Minum 1 sloki disebut EKA PADMA SARI. Efeknya: sumringah. Koyo kembang teratai lagi mekar, seperti bunga teratai sedang mekar.
2 sloki, disebut DWI AMARTA..., berefek lebih sumringah.
3 sloki, disebut TRI KAWULA BUSANA..., ngisin-ngisini, koyo batur dinggoni sandangan anyar, malu-maluin kayak bedinde dikasih baju baru.
4 sloki, disebut CATUR WANARA RUKEM, koyo ketek weruh woh2 an, seperti monyet ngliat buah2an.
5 sloki, disebut PANCA SURA PANGGAH, ngumbar wani, nantang sopo wae, ngajak duel siapa saja berlagak jagoan.
6 sloki, disebut SAT GUNA WIWEKA, krungu wong muji rumongsone ngrasani, denger orang memuji, dikira mencela.
7 sloki, SAPTA KUKILA ARSA, njedindil..., koyo manuk kudanan, kuyu gemeter kayak burung kehujanan.
8 sloki, disebut ASTA CECARA CARA, alias ngomyang., ngomel sendirian kagak keruan.
9 sloki, disebut NAWA GRA LUPA, lupa diri, lemes tanpo doyo.
10 sloki, disebut DASA BUTA MATI, nggletak koyo wong mati ning medeni, menakutkan.
Simbah bilang, yen ngombe yo ngombe nanging ora pareng akeh-akeh, minum ya minum tapi jangan banyak2.
.
Yaaah..., tadi sempat nenggak 4 sloki. Jadinya saya kok kayak woh2 an weruh ketek, kayak buah2an ngliat monyet ya...

Harga reed tergolong tidak murah, apalagi double reed yang dipakai oleh oboe dan bassoon seperti ini. Padahal di sononya, material pembuat reed itu, yakni tanaman Arundo Donax, biasa juga dibuat jadi barang kerajinan seperti keranjang ataupun topi pak tani yang tentu saja harganya..., tidak seberapa.
Ah, coba ya kita bisa membuatnya sendiri dari..., bambu. (Asal jangan tebu...)

Reed saxophone, clarinet, oboe, fagot dsb. dibuat dari buluh perindu (Arundo Donax). Pohonnya kayak di gambar ini. Saxdulur jangan mengira itu batang tebu lho. Kalau tebu lha teneh bukannya ditiup tapi ntar malah disesep-sesep....

Sungguh saya tidak bisa memahami, ide apa yang ada dibalik penciptaan bemper/key guard dari bahan plastik ini. (Guard yang semestinya berfungsi melindungi, e.., ini malah harus dilindungi saking rapuh dan ringkihnya. Lha wong dibikin dari plastik yang gampang pecah...)
© Blogger templates Sunset by Ourblogtemplates.com 2008
Back to TOP