Karet gelang …, juru selamat, pengusir setan

>> Sabtu, 09 Mei 2009

Begini lho, kita itu khan punya pikiran positip dan negatip dalam setiap tindakan. Misalnya ketika pikiran positip bilang:" Yuk kita mulai kerja", si pikiran negatip ngomong: "Ah, ntar aja. Lagi enak kongkow2 nih.."

Kedua pikiran itu, positip dan negatip sama kekuatannya. Jadi kadang si positip menang, kadang si negatip yang menang. Lha kalau kekuatan mereka seimbang, bagaimana kiatnya agar pikiran positip bisa selalu menang?

Nah, di sinilah karet gelang berperan. Caranya, setiap kali si setan atau pikiran negatip melintas di benak, jepretkan karet gelang merah yang ada di pergelangan tangan kiri kita. Lakukan begitu, setan lewat..., jepret pergelangan tangan kita. Setan lewat lagi..., jepret lagi, begitu seterusnya. Lama2 bawah sadar kita akan merekamnya sebagai sesuatu yang harus dihindari, karena kalau tidak, tangan kita bakal kejepret dan…, sakit lah yauw.

Silahkan dicoba. Awalnya pasti deh akan banyak garis merah di tangan gara2 kena jepret melulu, saking banyaknya setan lewat, saking banyaknya pikiran negatip di benak. Dan pikiran negatip itu misalnya: malas, menunda nunda, malu malu, curiga, ragu ragu, sombong, minder, cemburu, takut, iri, dendam, cuek, pesimis, marah, berprasangka, meremehkan dan masih banyak lagi…

Jurus mengusir setan dengan jepretan karet gelang ini cukup jitu lho. Setan malas dsb..., ngacir!

Tidak hanya itu, karet gelang bisa juga jadi juru selamat. Saya punya pengalaman yaitu saat saxophone yang sedang saya mainkan tiba2 mengalami trouble, putus pernya. Untung saja ada karet gelang. Jadilah si karet gelang itu untuk sementara berperan sebagai pengikat sekaligus menggantikan fungsi per yang putus. Ya, berkat jasa si karet gelang, saxophone bisa ngeper lagi dan permainan bisa terus berlanjut. Bayangkan kalau tidak, wah..., berabe.

Hidup karet gelang!!!
Gitu deh…

sumber http://tinasaxophone.blogspot.com/

Read more...

Daftar Pabrik Saxophone Jaman Dulu

>> Jumat, 24 April 2009



Inilah daftar nama beberapa para pembuat saxophone di masa lalu yang bisa kita catat. Di luar daftar ini barangkali saja masih ada. Kalau ada yang mengetahuinya, silahkan menambahkannya ke dalam daftar.

Beberapa produk saxophone buatan mereka saat ini ada (ataupun pernah ada) dalam koleksi kita (dan semuanya saya dapatkan di Indonesia), di antaranya merek2:
Adolphe Sax, Buffet Crampon, Rampone, Hawkes, Gras. J., Conn C.G., Dolnet, Kessel Matthias J.H., Couesnon, Henri Selmer, Buescher, Romeo Orsi, Leblanc, Holton, Keilwerth, King Instrument, Amati, Boosey & Hawkes.

Tambahan lain adalah merek: Stentor, SML, Hammerschmidt (Ah, susah amat nulisnya...)

Read more...

Small, Medium, Large...


Ukuran clarinet ini, dan juga alat musik tiup lainnya seperti saxophone dsb., ada bermacam macam. Ada ukuran S,M,L,XL,double X bahkan triple X (kayak ukuran baju aja).

Gitu deh, ee..., gitu loh.

Read more...

Tombol nada Bassoon


Bayangkan, ketika jempol kita yang semata wayang ini harus mengurusi segitu banyak tombol. Pasti repot dah...

Ya, itulah tombol2 nada pada alat musik tiup Bassoon atau Fagot. Pada Bassoon justru jempol yang lebih berperan daripada jari2 lain untuk mengatur tombol2 nada. Ini berbeda dengan pengaturan nada pada saxophone. Pada saxophone, jempol silahkan istirahat saja di thumb rest.

Gitu deh...

Read more...

Jazz, Java Jazz, Jak Jazz, JogJazz dan saxophone

>> Sabtu, 18 April 2009


Sudah biasa saxophone itu dikaitkan dengan musik jazz, java jazz, jak jazz, jogjazz dsb. Tapi apa sih arti kata Jazz itu sebenarnya? Apa itu sejenis kata umpatan semacam sontoloyo, hajinguk, ataupun dian**k?

Piye Jal?

Read more...

SAX SLOKI, DUA SLOKI…

Main saxophone di bar hotel. Oleh bertender yang “kesengsem” biasanya disuguhi aneka minuman ala bar. Pulang-pulang kepala ngrasa agak "NGGLIYENG", seperti malam ini. Sekedar nggliyeng saja alias bumi serasa goyang, tapi tidak pernah sampai mendem beneran. Tidak sampai mabuk beneran, soalnya selalu ingat pesan simbah soal rahasia "ngombe ngombe atawa minum-minum".

Minum 1 sloki disebut EKA PADMA SARI. Efeknya: sumringah. Koyo kembang teratai lagi mekar, seperti bunga teratai sedang mekar.
2 sloki, disebut DWI AMARTA..., berefek lebih sumringah.
3 sloki, disebut TRI KAWULA BUSANA..., ngisin-ngisini, koyo batur dinggoni sandangan anyar, malu-maluin kayak bedinde dikasih baju baru.
4 sloki, disebut CATUR WANARA RUKEM, koyo ketek weruh woh2 an, seperti monyet ngliat buah2an.
5 sloki, disebut PANCA SURA PANGGAH, ngumbar wani, nantang sopo wae, ngajak duel siapa saja berlagak jagoan.
6 sloki, disebut SAT GUNA WIWEKA, krungu wong muji rumongsone ngrasani, denger orang memuji, dikira mencela.
7 sloki, SAPTA KUKILA ARSA, njedindil..., koyo manuk kudanan, kuyu gemeter kayak burung kehujanan.
8 sloki, disebut ASTA CECARA CARA, alias ngomyang., ngomel sendirian kagak keruan.
9 sloki, disebut NAWA GRA LUPA, lupa diri, lemes tanpo doyo.
10 sloki, disebut DASA BUTA MATI, nggletak koyo wong mati ning medeni, menakutkan.

Simbah bilang, yen ngombe yo ngombe nanging ora pareng akeh-akeh, minum ya minum tapi jangan banyak2.
.
Yaaah..., tadi sempat nenggak 4 sloki. Jadinya saya kok kayak woh2 an weruh ketek, kayak buah2an ngliat monyet ya...

Read more...

Double Reed...


Harga reed tergolong tidak murah, apalagi double reed yang dipakai oleh oboe dan bassoon seperti ini. Padahal di sononya, material pembuat reed itu, yakni tanaman Arundo Donax, biasa juga dibuat jadi barang kerajinan seperti keranjang ataupun topi pak tani yang tentu saja harganya..., tidak seberapa.
Ah, coba ya kita bisa membuatnya sendiri dari..., bambu. (Asal jangan tebu...)

Read more...

About This Blog

Blog untuk semua orang yang ingin belajar saxophone, biar semua orang tau kalau belajar saxophone itu mudah

  © Blogger templates Sunset by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP